Jenis Peti Kemas Kebutuhan Logistik & Fungsinya

Jenis Peti Kemas Kebutuhan Logistik

Peti kemas adalah sebuah kontainer atau wadah berbentuk persegi panjang yang dirancang untuk menyimpan dan mengangkut berbagai jenis kargo. Kontainer ini umumnya terbuat dari baja corten yang kokoh dan tahan lama. Peti kemas digunakan secara luas dalam industri logistik, pengiriman, dan ekspor-impor untuk menyederhanakan proses pengangkutan barang.

Berbagai varian peti kemas tersedia untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan dan pengiriman beragam kargo. Penggunaan peti kemas sangat umum dalam industri logistik, terutama dalam kegiatan pengiriman dan ekspor-impor. Penting untuk memahami jenis kontainer bila Anda menggunakannya dalam konteks bisnis.

Jenis Peti Kemas Kebutuhan Logistik
Jenis Peti Kemas Kebutuhan Logistik

Peti kemas atau kontainer sering dijumpai di pelabuhan dan jalan raya. Unit ini dapat digunakan berulang kali untuk mengirimkan kargo dalam jumlah besar. Container bersifat intermodal, mampu menggunakan lebih dari satu moda transportasi dalam satu perjalanan, seperti truk, kereta, atau kapal peti kemas.

Jika Anda memerlukan kontainer khusus seperti tank container, refrigerated container, flat rack, sebaiknya sesuaikan dengan kebutuhan dan ukuran yang tepat. Temukan informasi mengenai produk dan penawaran menarik dari Tradecorp Indonesia, perusahaan kontainer terkemuka.


Berikut adalah beberapa jenis peti kemas beserta fungsi dan tipe muatan yang dapat dibawanya:

  1. Dry Van Container:
    • Fungsi: Untuk pengiriman kargo umum dan kering.
    • Tipe Muatan: Barang-barang kering dan umum.
  2. Refrigerated Container (Reefer):
    • Fungsi: Memiliki sistem pendingin, cocok untuk pengiriman barang dengan suhu terkendali.
    • Tipe Muatan: Makanan, produk farmasi, atau barang yang memerlukan suhu tertentu.
  3. Tank Container:
    • Fungsi: Dirancang khusus untuk mengangkut cairan atau gas.
    • Tipe Muatan: Bahan cair atau gas.
  4. Flat Rack Container:
    • Fungsi: Tidak memiliki dinding samping atau atas, memudahkan pengisian dan pengosongan.
    • Tipe Muatan: Kargo berukuran besar atau tidak biasa.
  5. Open Top Container:
    • Fungsi: Tidak memiliki atap tetap, memungkinkan pengisian dari atas menggunakan derek.
    • Tipe Muatan: Barang berukuran besar yang tidak dapat dimuat melalui pintu standar.
  6. High Cube Container:
    • Fungsi: Lebih tinggi dari dry van standar, memberikan ruang ekstra untuk kargo yang tinggi.
    • Tipe Muatan: Barang dengan tinggi lebih dari standar.
  7. Double Door Container:
    • Fungsi: Memiliki pintu di kedua ujung container.
    • Tipe Muatan: Kargo yang memerlukan akses mudah dari kedua sisi.
  8. Platform Container:
    • Fungsi: Tidak memiliki dinding atau atap.
    • Tipe Muatan: Kargo yang memerlukan dukungan di bawahnya.

Pemilihan jenis peti kemas harus disesuaikan dengan jenis muatan yang akan dikirim dan kebutuhan spesifik pengiriman.

PETI KEMAS

Peti kemas (dalam bahasa inggris ISO Container) adalah peti atau kotak yang memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan International Organization for Standardization (ISO) sebagai alat atau perangkat pengangkutan barang yang bisa digunakan diberbagai moda , mula dari moda jala dengan truk peti kemas, kereta api dan kapal peti kemas laut.

Berat : Berat maksimum peti kemas muatan kering 20 kaki adalah 24.000 kg, dan ukuran 40 kaki (termasuk high cube container) adalah 30.480 kg. Sehingga berat muatan bersih/payload yang bisa diangkut adalah 21.800 kg untuk 20 kaki, 26.680 kg untuk 40 kaki

Ukuran : Ukuran peti kemas standar adalah sebagai berikut :

Peti kemas 20 kakiPeti kemas 40 kakiPeti kemas 45 kaki
inchmetrikinch
dimensi luarpanjang20’0″
lebar8′ 0″2,438 m
tinggi8′ 6″2,591 m
dimensi dalampanjang18′ 10 5/16″
lebar7′ 8 19/32″2,352 m
tinggi7′ 9 57/64″2,385 m
bukaan pintuwidth7′ 8 ⅛″
tinggi7′ 5 ¾″2,280 m
volume1,169 ft³33,1 m³
berat kotor52.910 pon24.000 kg
berat kosong4.850 pon2.200 kg
muatan bersih48.060 pon21.800 kg

Jenis peti kemas

Berbagai variasi bentuk peti kemas digunakan untuk barang-barang yang spesifik namun menggunakan ukuran standar untuk mempermudah handling dan perpindahan moda angkutan.

Jenis peti kemas adalah sebagai berikut :

  • Peti kemas barang umum untuk diisi kotak-kotak, karung, drum, palet, peti kemas tersebut adalah jenis yang paling banyak digunakan
  • Peti kemas tangki yaitu tangki baja yang dibangun di dalam kerangka kontainer digunakan untuk mengangkut Tanki yang didalamnya diisi barang-barang yang berbahaya misalnya gas, minyak, bahan kimia yang mudah meledak
  • Peti kemas berventilasi untuk barang organik yang membutuhkan ventilasi
  • Peti kemas Generator
  • Peti kemas berpendingin di gunakan untuk mengangkat barang-barang yang memerlukan suhu dingin, misalnya untuk jenis sayur-sayuran, daging dll
  • Peti kemas curah, digunakan untuk mengangkut muatan curah, misalnya beras, gandum dll
  • Peti kemas yang diperlengkapi dengan isolasi
  • Peti kemas dengan pintu disamping digunakan untuk mengangkut muatan yang ukurannya tidak memungkinkan pitu belakang Peti kemas, jadi semua peti kemas harus dibuka. Misalnya alat-alat berat
  • Collapsible ISO

FAQ

1. Peti Kemas Terbuat Dari Bahan Apa? Peti kemas, wadah berbentuk persegi panjang yang dirancang sesuai dengan kegunaannya, dibuat menggunakan baja corten. Bahan ini dipilih karena memiliki kekuatan dan ketahanan yang tinggi, menjadikannya pilihan ideal untuk digunakan dalam jangka panjang. Ketahanan terhadap korosi juga merupakan salah satu keunggulan utama baja corten, membuat peti kemas tetap kokoh meskipun terpapar cuaca ekstrem selama pengiriman atau penyimpanan.

2. Berapa Tinggi Container 40 Feet High Cube? Container 40 feet high cube memiliki dimensi panjang 12 meter, lebar 2,4 meter, dan tinggi 2,9 meter. Keistimewaan dari high cube terletak pada tingginya yang 0,3 meter lebih besar daripada peti kemas standar. Dimensi ini memberikan keleluasaan ekstra untuk mengangkut muatan dengan tinggi lebih dari standar, memberikan solusi efisien untuk jenis kargo tertentu yang membutuhkan ruang tambahan.

3. Apa yang Dimaksud dengan TEU? TEU atau Twenty Equivalent Unit adalah satuan untuk peti kemas berukuran 20 kaki. Dalam industri pengiriman, konsep TEU digunakan untuk mengukur kapasitas atau volume kargo. Satu peti kemas berukuran 20 kaki dianggap setara dengan 1 TEU. Hal ini mempermudah perhitungan dan standardisasi dalam menyusun dan memahami kapasitas pengiriman kontainer. Selain TEU, terdapat satuan lainnya yaitu FEU atau Fourty Equivalent Unit, yang merujuk pada peti kemas berukuran 40 kaki, menambah fleksibilitas dalam menilai volume pengiriman.

Berita Terbaru

PT SHA SOLO Ikut Serta Dalam Kegiatan Donor Darah yang Diadakan Oleh Bank Arta Graha

PT SHA SOLO turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang diadakan oleh Bank Arta Graha, dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia. Acara ini berlangsung di kantor cabang Bank Arta

Diesel Hammer: Revolusi Energi Kinetik dalam Pemasangan Tiang Pancang Konstruksi

Diesel hammer merupakan salah satu mesin paling vital dan efisien dalam industri konstruksi, digunakan dalam berbagai proyek seperti pemasangan tiang pancang, pembangunan jembatan, gedung pencakar langit, serta proyek konstruksi besar

Apakah Mesin Diesel Bisa Menggunakan Bensin?

Mesin diesel dan mesin bensin adalah dua jenis mesin yang umum digunakan dalam berbagai kendaraan, masing-masing dengan karakteristik dan bahan bakar yang berbeda. Pertanyaan yang sering muncul di kalangan pemilik

Alat-alat Transportasi Udara, Keunggulan dan Kelemahannya

Transportasi udara telah menjadi tulang punggung mobilitas global, menawarkan manfaat yang tak tertandingi dibandingkan moda transportasi lainnya. Salah satu keunggulan utama transportasi udara adalah keamanannya; dengan teknologi canggih dan prosedur

Perbedaan Mesin Diesel 2 Tak dan 4 Tak: Mana yang Lebih Efisien untuk Kapal

Dalam dunia otomotif, khususnya pada sektor perkapalan, mesin diesel memainkan peran penting dalam menentukan performa dan efisiensi kapal. Terdapat dua jenis utama mesin diesel yang digunakan pada kapal, yaitu mesin

Langkah-Langkah Identifikasi Bahaya untuk Meningkatkan K3 di Perusahaan Anda

Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Pengendalian Risiko adalah elemen kunci dalam Sistem Manajemen Keselamatan Kerja OHSAS 18001:2007, terutama dalam klausul 4.3.1. Proses Identifikasi Bahaya dilakukan untuk merumuskan rencana penerapan K3

Translate »
Scroll to Top