Tutorial Cara Mudah Menghitung Nilai Oktan BBM Hasil Campur

Dalam modifikasi mesin, terutama untuk mesin balap atau drag, sangat penting merencanakan nilai rasio kompresi agar sesuai dengan oktan bahan bakar yang akan digunakan. Tidak bisa sembarangan mengurangi tinggi head silinder tanpa mempertimbangkan jenis bahan bakar yang akan digunakan. Jika oktan bahan bakar tidak sesuai dengan rasio kompresi, dapat menyebabkan detonasi dan mesin ngelitik.

Tips kali ini berkaitan erat dengan poin di atas. Kami akan bereksperimen dengan mencampur BBM dengan zat aditif seperti etanol atau metanol, atau dengan BBM racing seperti Benzol atau avgas. Tujuannya adalah untuk menghemat biaya BBM sambil tetap memenuhi kebutuhan oktan sesuai dengan rasio kompresi mesin.

Dalam contoh kasus dengan data-data sebagai berikut :

Diketahui :

  • Saya mempunyai mesin motor korekan dengan rasio kompresi 12 : 1, dari hubungan rasio kompresi tersebut dan hubungannya dengan bahan bakar maka BBM-nya harus beroktan di atas pertamax plus
  • Oktan Pertamax Plus 95, Oktan Bensol 108, Oktan Etanol 117, Oktan Metanol 133
  • Penjual benzol atau BBM Racing yang beroktan di atas 95 tidak ada
  • Dibutuhkan Oktan +97 untuk rasio kompresi 12 : 1
  • Etanol atau metanol/sepirtus di toko kimia terdekat tersedia

Dari data diatas dan hubungan rasio kompresi dengan bahan bakar seperti pada posting sebelumnya maka sudah jelas Pertamax Plus sudah tidak dapat memenuhi mesin berasio kompresi 12 : 1 diatas, maka menyiasatinya saya akan mengoplos pertamax plus dengan etanol namun karena nilai oktan hasil mixing belum diketahui maka cara mengetahui nilai oktan hasil campur antara pertamax plus dengan etanol adalah sebagai berikut :

  • Oktan Pertamax Plus = 95
  • Oktan Etanol = 117
  • 10% = 0,1
  • 20% = 0,2
  • 25% = 0,25
  • 75% = 0,75 
  • Pemakaian Etanol hanya 25%
  • Pemakaian Pertamax Plus 75%

Total Oktan = (95 x 0,75) + (117 x 0,75) = 100,5

100,5 > 97…. OK !

Dari perhitungan diatas diketahui nilai oktan mixing pertamax plus dengan Etanol adalah 100,5 dan sekarang yang jadi masalah bagaimana percampuran dalam prakteknya, bagi yang belum tahu simak berikut ini :

  • Misal saya mempunyai Pertamax Plus 1 liter ( 100% )
  • Dengan rumus volume silinder misal di ketahui volume/isi gelas minum = 1.000.000 ml³ atau 0.1 liter Liter³
  • 1 Liter = 1.000.000 ml³

Maka 75% dari pertamax plus =  (1/100)*75 = 0,75 Liter.

0,75/0,1 = 7,5 Gelas di tuangkan

Etanol 25% adalah = (25/100) x 0,1 = 0,25 —> 2,5 gelas

Sehingga Etanol 2,5 Gelas dan Pertamax Plus 7,5 Gelas

Berita Terbaru

PT SHA SOLO Ikut Serta Dalam Kegiatan Donor Darah yang Diadakan Oleh Bank Arta Graha

PT SHA SOLO turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang diadakan oleh Bank Arta Graha, dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia. Acara ini berlangsung di kantor cabang Bank Arta

Diesel Hammer: Revolusi Energi Kinetik dalam Pemasangan Tiang Pancang Konstruksi

Diesel hammer merupakan salah satu mesin paling vital dan efisien dalam industri konstruksi, digunakan dalam berbagai proyek seperti pemasangan tiang pancang, pembangunan jembatan, gedung pencakar langit, serta proyek konstruksi besar

Apakah Mesin Diesel Bisa Menggunakan Bensin?

Mesin diesel dan mesin bensin adalah dua jenis mesin yang umum digunakan dalam berbagai kendaraan, masing-masing dengan karakteristik dan bahan bakar yang berbeda. Pertanyaan yang sering muncul di kalangan pemilik

Alat-alat Transportasi Udara, Keunggulan dan Kelemahannya

Transportasi udara telah menjadi tulang punggung mobilitas global, menawarkan manfaat yang tak tertandingi dibandingkan moda transportasi lainnya. Salah satu keunggulan utama transportasi udara adalah keamanannya; dengan teknologi canggih dan prosedur

Perbedaan Mesin Diesel 2 Tak dan 4 Tak: Mana yang Lebih Efisien untuk Kapal

Dalam dunia otomotif, khususnya pada sektor perkapalan, mesin diesel memainkan peran penting dalam menentukan performa dan efisiensi kapal. Terdapat dua jenis utama mesin diesel yang digunakan pada kapal, yaitu mesin

Langkah-Langkah Identifikasi Bahaya untuk Meningkatkan K3 di Perusahaan Anda

Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Pengendalian Risiko adalah elemen kunci dalam Sistem Manajemen Keselamatan Kerja OHSAS 18001:2007, terutama dalam klausul 4.3.1. Proses Identifikasi Bahaya dilakukan untuk merumuskan rencana penerapan K3

Translate »
Scroll to Top