PT SHA Incar Distribusi BBM di Indonesia Timur

PT SHA Solo, Perusahan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) asal Kota Surakarta, bakal terus mengembangkan usaha ke wilayah timur Indonesia pada kuartal II/2023 ini.

Aris Nuryanto, Direktur Pemasaran SHA Solo, mengungkapkan bahwa perusjaan itu bakal menambahn satu unit armada kapal tanker baru dengan kapasitas 1.000 KL.

Kapal Baru itu disediakan secara khusu buat melayani konsumen di kawasan indonsesia bagian timur. juga untuk melengkapi beberapa Oil Barge yang sudah standby di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

“Sektor pertamngan itu menopang presentase devisa (indonesia) yang cukup besar. Sehingga kami fokus pada ekspasi bisnis di Kalimantan, Sulawesi, sampai Maluku dan Papua. Karena dulu belum ada uamh aware bagaimana membangun infrastruktir perminyakan ini dari sektor industri, kalau subsidi kan memang sudah penugasan pemerintah.” jelas Aris.

PT SHA Solo sendiri mulanya adalah usaha keluarga yang berggerak di bidang distribusi minyak tanah. Pada 2013 silam, perushaan itu diakuisisi ole KPH aryo Hidayat Adiseno dan berkembang menjadi agen resmi BBM Pertamina Mulai 2015.

Selain melayani kebutuhan BBM industri, PT SHA Solo mulai 2018 juga melayani distribus BBM dari kapal ke kapal. Adapuin per 2019 silam, perushaan itu telah memiliki armada truk tangki berkapasitas 5.000- 40.000 Liter dan kapal tanker dengan kapasitas 500 – 3,000 KL.

“Kami punya spesialisasi yang berbeda, mobil tangki kami semuanya standar Eropa. Itu paling tinggi di Pertamina. Kalau terjadi kebakaran, tinggal tekan satu tombol, cut off, selesai.itu tidak dimiliki armada tangki pada umumnya,” Kata Aris.

Meskipun sudah lebih kuat mencengkeram distribusi BBM non-subsdi di darat, namun PT SHA Solo melihat prospek bisnis BBM industri masih belum begitu menjanjikan.

Aris  menggungkapkan, indikasinya terlihat pada menurunnya kebutuhan BBM pada sektor industri manufaktur di sekitar wilayah jawa Tengah. Penurunan kebutuhan merata pada seluruh sektor industri, kecuali satu,  sektor kelistrikan.

“Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) growth karena kebutuhan listrik sekarang lagi digenjot. PLTU baru juga tumbuh di jepara, Batang,Cirebon, itu semuanya Integrated dan butuh support mobil tangkikalau saya lihat ya, potensi pasar distribusi BBM di darat masih belum menggembirakan. hanya disukung sektor kelistrikan supaya kami bisa survive,” jelas Aris.

Dibukanya kawasan-kawasan industri baru di Jawa Tengah juga belum berdampak banyak pada permintaan BBM pada sektor industri.

Aris menyebut, masih butuh waktu buat melihat dampaknya. Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), misalnya, memang potensial buat distribusi BBM industri.

“Saynganya masih butj waktu kutang lebih dua tahun lagi,” tambahnya

Lain cerita dengan kebutuhan di laut. Kapal – kapal tanker milik PT SHA Solo bolak –  balik melayani distribusi BBM dari kapal ke kapal. Layanan bunker service laris manis di penjuru Tanah Air, terlebih di kawasan Indonesia bagain timur.

“timur itu pasarnya besar, pemainya sedikit. Malah, di beberapa lokasi itu tidak ada pemainya. Karena memang infrastrukturnya sulit, jadi kita ini kan manangnnya sama Pertamina kami bisa ambil di semua depo. Tapi mengintergarsikan alat kerja, distribusim dan sebagainya itu membutuhkan sistem dan pengelolaan yang masif. kalau salah klaim dan sebegainya, itu tingkat kerugiannya besar. Menggerakan kapal laut itu operasuonalnya besar,” Jelas Aris.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »