Polimerisasi Pada Proses Cracking Minyak Bumi  - PT SHA SOLO

Polimerisasi Pada Proses Cracking Minyak Bumi 

Proses Pembuatan Minyak Polimerisasi Pada Proses Cracking Minyak Bumi 

Polimerisasi adalah proses kimia di mana molekul-molekul kecil yang disebut monomer bergabung bersama secara berulang, membentuk rantai panjang atau jaringan besar yang disebut polimer. Proses ini terjadi melalui pembentukan ikatan kovalen antara monomer-monomer tersebut, membentuk struktur polimer yang lebih kompleks.

Proses Pembuatan Minyak Polimerisasi Pada Proses Cracking Minyak Bumi 
Proses Pembuatan Minyak Polimerisasi Pada Proses Cracking Minyak Bumi – wikipedia

Dalam proses cracking minyak bumi, polimerisasi dapat terjadi sebagai reaksi samping yang tidak diinginkan. Cracking adalah proses pemecahan molekul-molekul yang kompleks dalam minyak bumi menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana, seperti bahan bakar bensin dan diesel. Namun, dalam kondisi tertentu, terutama jika suhu dan tekanan tidak terkendali, molekul-molekul yang dihasilkan dari proses cracking dapat bereaksi satu sama lain untuk membentuk polimer.

Polimerisasi yang terjadi selama proses cracking dapat menyebabkan beberapa masalah, antara lain:

  1. Penyumbatan Peralatan: Polimer yang terbentuk dapat menempel pada dinding peralatan, seperti pipa dan penukar panas, menyebabkan penyumbatan dan pengurangan aliran fluida. Hal ini dapat mengganggu proses operasional dan memerlukan pemeliharaan yang intensif.
  2. Penurunan Kualitas Produk: Polimer yang terbentuk juga dapat mencemari produk akhir, seperti bahan bakar bensin dan diesel, sehingga menurunkan kualitasnya. Penurunan kualitas ini dapat menyebabkan masalah dalam kinerja mesin dan meningkatkan emisi yang merugikan lingkungan.
  3. Kerusakan Peralatan: Polimer yang mengendap pada permukaan peralatan dapat menyebabkan kerusakan mekanis, korosi, dan penurunan umur pakai peralatan.

Untuk menghindari polimerisasi yang tidak diinginkan selama proses cracking minyak bumi, kontrol suhu, tekanan, dan waktu kontak harus diperhatikan dengan cermat. Selain itu, penggunaan katalis dan aditif tertentu dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya polimerisasi samping. Pemantauan yang cermat terhadap kondisi operasional dan pemeliharaan peralatan yang teratur juga penting untuk mengurangi risiko polimerisasi dan memastikan proses cracking berjalan dengan lancar dan efisien.

Berita Terbaru

Pengertian Refinery dalam Industri Perminyakan

Refinery bisa di sebut juga pemurnian atau kilang adalah proses mengubah minyak mentah menjadi berbagai produk siap pakai seperti bensin, solar, dan lain-lain, atau menjadi bahan dasar untuk industri minyak.

Lowongan Supervisor Produksi PT Shabat Warna Gemilang

LOKER SUDAH DI TUTUP JABATAN      : SUPERVISOR PRODUKSI LOKASI         : PT SHABAT WARNA GEMILANG REQUIREMENTS: Pria/Wanita Usia 25 – 45 Tahun Pendidikan minimal SMA/sederajat Memiliki pengalaman diindustri percetakan minimal

Lowongan Supervisor Finance & Accounting PT Shabat Warna Gemilang

LOKER SUDAH DI TUTUP JABATAN      : Supervisor Finance & Accounting LOKASI         : PT SHABAT WARNA GEMILANG REQUIREMENTS: Pria/Wanita Usia maks. 40 tahun Pendidikan minimal S1 Akuntansi Pengalaman kerja minimal 3

Loker Finance Accounting – Solo Abadi Teknik

Loker Mekanik di Solo Abadi Teknik. Solo Abadi Teknik, pemimpin inovasi dalam solusi teknik, saat ini membuka peluang berharga untuk individu yang berdedikasi dan memiliki keahlian di bidang mekanik. Kami mencari

Loker Mekanik – Solo Abadi Teknik

Loker Mekanik di Solo Abadi Teknik. Solo Abadi Teknik, pemimpin inovasi dalam solusi teknik, saat ini membuka peluang berharga untuk individu yang berdedikasi dan memiliki keahlian di bidang mekanik. Kami mencari

Loker Service Advisor – Solo Abadi Teknik

Loker Service Advisor di Solo Abadi Teknik. Solo Abadi Teknik, perusahaan terdepan di industri teknik, membuka kesempatan emas bagi Anda yang memiliki passion dalam layanan pelanggan dan teknik untuk mengisi

Translate »
Scroll to Top