Pengelolaan Bahan Tambang Berdasarkan Pemanfaatan dan Kegunaannya

Pertambangan

Pengelolaan bahan tambang berdasarkan pemanfaatan dan kegunaannya merujuk pada pendekatan yang mempertimbangkan cara terbaik untuk mengeksploitasi dan mengelola sumber daya tambang dengan memperhatikan tujuan atau keperluan spesifik dari bahan tambang tersebut

Pertambangan
Pertambangan

Pendekatan ini mempertimbangkan pemanfaatan optimal sumber daya tanah dalam rangka mendukung keberlanjutan lingkungan dan kebutuhan manusia. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut:

  1. Pemanfaatan Berdasarkan Kegunaan:
    • Bahan Tambang Bijih: Merupakan bahan tambang yang mengandung mineral atau logam yang diekstraksi untuk tujuan industri atau manufaktur, seperti emas, besi, tembaga, dan lainnya.
    • Bahan Tambang Energi: Melibatkan sumber daya tambang yang digunakan untuk memperoleh energi, seperti batu bara, minyak bumi, gas alam, dan uranium.
    • Bahan Tambang Mineral: Terkait dengan ekstraksi mineral non-logam, seperti pasir, batu kapur, garam, atau fosfat, yang memiliki berbagai aplikasi dalam industri dan pertanian.
  2. Konservasi dan Keberlanjutan:
    • Pendekatan ini mendorong praktik-praktik eksploitasi yang berkelanjutan, menghindari pengeboran berlebihan, dan mempertimbangkan langkah-langkah konservasi untuk mencegah kehabisan sumber daya.
  3. Dampak Lingkungan:
    • Memperhitungkan dampak ekstraksi bahan tambang terhadap lingkungan sekitar, termasuk tanah, air, dan keanekaragaman hayati, dan merancang strategi untuk mengurangi dampak negatif tersebut.
  4. Pertimbangan Sosial dan Ekonomi:
    • Menilai manfaat sosial dan ekonomi dari pengelolaan bahan tambang, termasuk pembukaan lapangan kerja, kontribusi terhadap perekonomian, dan manfaat bagi masyarakat setempat.
  5. Teknologi dan Inovasi:
    • Mendorong penggunaan teknologi dan inovasi dalam proses ekstraksi, pengelolaan, dan pemanfaatan bahan tambang untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan.

Pengelolaan bahan tambang berbasis pemanfaatan dan kegunaannya bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara kebutuhan manusia akan sumber daya dan perlindungan terhadap lingkungan, menjaga keberlanjutan sumber daya tambang untuk generasi mendatang.

Biji Logam
Biji Logam

Pertambangan Bijih/Logam

Pertambangan ini meliputi bijih besi, bauksit, timah, nikel, tembaga,  emas, dan perak.

Pertambangan Bijih Besi

Beberapa macam bijih besi antara lain sebagai berikut:

  • Bijih besi lateritik terdapat di Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
  • Bijih besi magnetik hematit terdapat di Kalimantan Tengah.
  • Bijih besi titan terdapat di Pantai Cilacap, Pantai Pelabuhan Ratu,  Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Setelah digali dan disemprot de ngan air, akan dihasilkan konsentrat besi. Pabrik pelebur besi baja Indonesia terdapat di Cilegon, yaitu PT Krakatau Steel.

Pertambangan Bauksit (Biji Aluminium)

Bauksit merupakan mineral yang ringan, kuat, dan tidak berkarat.  Tambang bauksit dihasilkan di Kepulauan Riau, Pulau Bintan, Pulau Bintang, dan Singkawang.

Pertambangan Timah

Timah termasuk salah satu hasil mineral yang terpenting di  Indonesia. Manfaat timah, yaitu untuk kaleng, patri, huruf cetak, tube, kertas timah, dan lain-lain.   Tambang timah terdapat di pulau Singkep, Bangka, Belitung, dan lepas pantai di sekitarnya. Hasil tambang timah di darat disebut timah primer, sedangkan yang di lepas pantai disebut timah sekunder. Di Indonesia banyak dihasilkan timah sekunder dan menjadi pabrik peleburan timah terbesar ketiga setelah Bolivia dan Malaysia.

Pertambangan Nikel

Biji nikel terdapat dalam tanah hasil pelapukan peridotit atau  serpentit. Daerah-daerah pertambangan nikel di Indonesia antara  lain Pulau Mantang di Teluk Bone, Pulau Halmahera, Pulau Gag  di Irian Jaya, di sekitar Kolaka (Sulawesi Tenggara) berpusat di Ponalo, dan Pegunungan Verbeek berpusat di Soroako.

Pertambangan Seng

Terdapat di beberapa daerah Indonesia, antara lain Jawa Timur,  Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Pengolahan seng menjadi seng lembaran dilakukan oleh perusahaan-perusahaan swasta di kota-kota besar.

Pertambangan Intan

Tambang intan terdapat di Kalimantan Selatan, terletak di sekitar  Sungai Kusan dan Riam Kanan Kiri. Penggalian dipusatkan di Simpangempat (dekat Martapura) oleh PN Aneka Tambang. Di  samping itu, rakyat juga melaksanakan penggalian dengan cara  mendulang. Pendulangan intan oleh rakyat yang terkenal di Cempaka I (dekat Banjar Baru). Kota Martapura merupakan tempat penggosokan intan yang terkenal di Indonesia.

Pertambangan Tembaga

Tembaga terdapat di Cikotok (Banten Selatan), Songkarapi  (Sulawesi Selatan), dan Kompara (Irian Jaya). Tembaga yang sudah ditambang baru terdapat di Irian Jaya, diusahakan dengan modal Jepang dan Amerika. Bijih tembaga tersebut diolah di pabrik (di Kota Tembagapura) yang didirikan pada ketinggian 2.600 m dan menghasilkan konsentrat dengan kadar 26%. Konsentrat itu diangkut ke pelabuhan dekat muara Sungai Tipuka dengan saluran pipa yang panjangnya 100 km. Tembaga banyak diekspor ke Jepang.

Pertambangan Emas dan Perak

Tambang emas dan perak terdapat di Rejang Lebong (Bengkulu)  dan Banten Selatan (Jawa Barat). Penambangannya dilakukan oleh PN Aneka Tambang di Cikotok, kemudian diangkut ke Jakarta, dan diolah oleh PN Logam Mulia menjadi emas/perak batang.

Manfaat Pengelolaan Bahan Tambang

Mengetahui pengelolaan bahan tambang berdasarkan pemanfaatan dan kegunaannya memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  1. Konservasi Sumber Daya Alam: Dengan memahami bagaimana bahan tambang dikelola berdasarkan kegunaannya, kita dapat mengidentifikasi cara terbaik untuk memanfaatkannya secara berkelanjutan dan menghindari pengeboran yang berlebihan.
  2. Pertimbangan Lingkungan: Pengetahuan tentang pengelolaan bahan tambang membantu dalam membuat keputusan yang lebih bijaksana terkait dampak lingkungan. Dengan mengetahui jenis bahan tambang dan cara terbaik untuk mengelolanya, dapat diambil langkah-langkah untuk melindungi lingkungan sekitar.
  3. Perencanaan Pembangunan: Informasi ini dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan dan kebijakan ekonomi. Mengetahui kegunaan dan pemanfaatan bahan tambang membantu dalam merancang strategi ekonomi yang berkelanjutan.
  4. Diversifikasi Ekonomi: Dengan pemahaman tentang kegunaan bahan tambang, pemerintah dan perusahaan dapat merencanakan diversifikasi ekonomi, mengarahkan penggunaan sumber daya yang ada untuk kepentingan yang lebih luas.
  5. Pembentukan Kebijakan Energi: Pemahaman terhadap bahan tambang energi membantu dalam merancang kebijakan energi nasional yang lebih efektif dan berkelanjutan.
  6. Inovasi dan Riset: Informasi ini dapat menjadi dasar untuk inovasi dan penelitian lebih lanjut dalam pengembangan teknologi ekstraksi, pengelolaan, dan pemanfaatan bahan tambang.

Dengan memahami pengelolaan bahan tambang berdasarkan pemanfaatan dan kegunaannya, masyarakat, pemerintah, dan industri dapat bekerja sama untuk memastikan penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif dalam jangka panjang.

Berita Terbaru

PT SHA SOLO Ikut Serta Dalam Kegiatan Donor Darah yang Diadakan Oleh Bank Arta Graha

PT SHA SOLO turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang diadakan oleh Bank Arta Graha, dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia. Acara ini berlangsung di kantor cabang Bank Arta

Diesel Hammer: Revolusi Energi Kinetik dalam Pemasangan Tiang Pancang Konstruksi

Diesel hammer merupakan salah satu mesin paling vital dan efisien dalam industri konstruksi, digunakan dalam berbagai proyek seperti pemasangan tiang pancang, pembangunan jembatan, gedung pencakar langit, serta proyek konstruksi besar

Apakah Mesin Diesel Bisa Menggunakan Bensin?

Mesin diesel dan mesin bensin adalah dua jenis mesin yang umum digunakan dalam berbagai kendaraan, masing-masing dengan karakteristik dan bahan bakar yang berbeda. Pertanyaan yang sering muncul di kalangan pemilik

Alat-alat Transportasi Udara, Keunggulan dan Kelemahannya

Transportasi udara telah menjadi tulang punggung mobilitas global, menawarkan manfaat yang tak tertandingi dibandingkan moda transportasi lainnya. Salah satu keunggulan utama transportasi udara adalah keamanannya; dengan teknologi canggih dan prosedur

Perbedaan Mesin Diesel 2 Tak dan 4 Tak: Mana yang Lebih Efisien untuk Kapal

Dalam dunia otomotif, khususnya pada sektor perkapalan, mesin diesel memainkan peran penting dalam menentukan performa dan efisiensi kapal. Terdapat dua jenis utama mesin diesel yang digunakan pada kapal, yaitu mesin

Langkah-Langkah Identifikasi Bahaya untuk Meningkatkan K3 di Perusahaan Anda

Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Pengendalian Risiko adalah elemen kunci dalam Sistem Manajemen Keselamatan Kerja OHSAS 18001:2007, terutama dalam klausul 4.3.1. Proses Identifikasi Bahaya dilakukan untuk merumuskan rencana penerapan K3

Translate »
Scroll to Top