Memahami Safety Induction : Pengertian, Tujuan, Contoh, dan ProsedurnyaSafety Induction

Safety Induction

Safety induction adalah program pelatihan yang bertujuan mengenalkan konsep dan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada pekerja baru. Melalui pelatihan ini, para pekerja baru diberikan pemahaman mendalam mengenai kebijakan keselamatan, prosedur kerja yang aman, serta upaya pencegahan risiko dan kecelakaan di lingkungan kerja. Tujuan utama dari safety induction adalah meningkatkan kesadaran pekerja terhadap pentingnya K3, meminimalkan potensi risiko, dan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Prosedur pelatihan melibatkan pengenalan terhadap peraturan-peraturan keselamatan, praktik-praktik aman, dan contoh konkret penerapan K3 dalam aktivitas sehari-hari di tempat kerja baru mereka.

Pelatihan keselamatan, atau yang dikenal sebagai induksi keselamatan, merupakan suatu bentuk pelatihan yang ditujukan untuk memastikan bahwa semua pekerja memiliki pemahaman yang cukup tentang risiko-risiko pekerjaan dan untuk mencegah terjadinya situasi berbahaya.

Safety Induction
Safety Induction – Photo By Safety Sign Indonesia

Setiap perusahaan diwajibkan untuk menyelenggarakan induksi keselamatan, dan seluruh karyawan diharapkan mematuhi tata tertibnya. Umumnya, sesi induksi keselamatan diselenggarakan pada hari pertama kerja, memberikan kesempatan kepada pekerja untuk memahami potensi risiko yang mungkin mereka hadapi.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi topik mengenai induksi keselamatan, mencakup pengertian, tujuan, contoh penerapan, dan fasilitas-fasilitas pendukungnya. Mari simak informasi lengkapnya!

Apa itu Safety Induction?

Safety induction merujuk pada pengenalan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diberikan kepada pekerja baru. Tidak hanya untuk pekerja, induksi keselamatan juga esensial bagi kontraktor dan tamu perusahaan.

Intinya, ini merupakan pelatihan prosedur keamanan yang wajib dipahami oleh semua individu di lingkungan kerja. Selain prosedur keselamatan, safety induction mencakup hak dan kewajiban pekerja terkait K3 perusahaan dan potensi bahaya di lingkungan kerja.

Materi safety induction dapat disampaikan melalui berbagai media seperti tulisan, video, atau alat peraga, memastikan pemahaman pekerja baru terhadap kondisi konkretnya.

Tujuan Safety Induction


Tujuan utama dari pelaksanaan safety Induction adalah memberikan edukasi kepada pekerja baru mengenai prosedur dan aturan keselamatan yang berlaku di perusahaan. Safety induction juga bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan yang dapat timbul akibat kurangnya informasi dan pemahaman pekerja tentang kesehatan dan keselamatan.

Kecelakaan kerja cenderung terjadi pada hari-hari awal kerja, karena pada periode tersebut pekerja belum familiar dengan tradisi dan budaya keamanan perusahaan. Dengan demikian, melalui safety induction, diharapkan pekerja dapat lebih cepat memahami dan menginternalisasi norma-norma keselamatan, sehingga dapat mengurangi insiden kecelakaan di lingkungan kerja.

Beberapa tujuan dan manfaat safety induction adalah sebagai berikut.

  • Membantu para pekerja untuk memahami nilai-nilai budaya keselamatan di lingkungan kerja
  • Memastikan para pekerja memiliki pengetahuan yang memadai tentang prosedur keselamatan darurat yang mungkin terjadi
  • Memastikan para pekerja mengetahui tanggung jawab dan batasan pekerjaan mereka
  • Menyampaikan kawasan lingkungan kerja mana yang aman ataupun berisiko bagi seluruh pekerja, sehingga mereka dapat lebih waspada dalam pekerjaannya
  • Memberikan pengetahuan tentang titik kumpul dan jalur evakuasi
  • Mengurangi kekhawatiran serta mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas kerja 

Apakah Safety Induction Wajib Dilakukan?


Ya, Safety Induction wajib dilakukan. Ini adalah langkah yang penting dalam memastikan keselamatan dan kesehatan di lingkungan kerja. Setiap perusahaan memiliki kewajiban untuk memberikan Safety Induction kepada pekerja baru, kontraktor, dan tamu. Proses ini menjamin bahwa setiap individu memahami prosedur keselamatan, peraturan, dan potensi risiko di tempat kerja.

Kewajiban ini didasarkan pada prinsip tanggung jawab perusahaan terhadap kesejahteraan pekerja dan pengunjungnya. Safety Induction juga membantu mencegah kecelakaan kerja dan melindungi hak dan kewajiban pekerja. Oleh karena itu, implementasi Safety Induction tidak hanya dianggap sebagai praktik terbaik tetapi juga sebagai langkah yang diperlukan untuk memastikan lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Kewajiban safety induction tertulis pada Undang Undang Nomor 1 Tahun 1970 Pasal 9 Ayat 1 dan 2 tentang Keselamatan Kerja.

Gambaran isi dari pasal tersebut adalah sebagai berikut.

(1) Pengurus wajib menyampaikan kepada setiap pekerja tentang:

  • Bahaya yang mungkin terjadi di tempat kerja
  • Alat keamanan yang tersedia di tempat kerja serta prosedur penggunaannya
  • Alat pelindung diri bagi tenaga kerja saat terjadi kemungkinan kecelakaan kerja
  • Prosedur yang aman dalam melakukan pekerjaan

(2) Pengurus perusahaan hanya boleh mempekerjakan pekerja yang dapat memahami persyaratan dan prosedur di atas.

Prosedur Pelaksanaan Safety Induction

Pelatihan induksi keselamatan adalah langkah awal yang krusial untuk mencegah kecelakaan kerja. Oleh karena itu, pelaksanaan safety induction harus tunduk pada prosedur umum yang berlaku. Dengan memastikan bahwa setiap aspek dari induksi keselamatan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, perusahaan dapat memastikan bahwa para pekerja, termasuk pekerja baru, memiliki pemahaman yang mendalam tentang prinsip-prinsip keselamatan di lingkungan kerja.

Ketegasan dalam mengikuti prosedur umum juga membantu menciptakan konsistensi dan keseragaman dalam penyampaian informasi keselamatan. Ini adalah langkah kritis untuk membangun budaya keselamatan yang kuat di antara seluruh anggota tim kerja, membentuk dasar yang kokoh untuk mencegah insiden dan menjaga kesejahteraan pekerja.

Berikut adalah prosedur melaksanakan safety induction.

  • Menginformasikan kepada para pekerja yang bersangkutan tentang jadwal pelatihan induksi keselamatan
  • Induksi keselamatan dapat dilakukan secara individu atau kelompok
  • Tempat pelaksanaan safety induction sebaiknya jauh dari keramaian
  • Memastikan sarana seperti audio dan alat peraga untuk pelatihan berfungsi dengan baik
  • Memastikan seluruh peserta pelatihan memperhatikan dan memahami materi, akan lebih baik jika mewajibkan untuk membuat catatan

Contoh Safety Induction

Pelatihan induksi keselamatan seringkali berbeda-beda, tergantung pada kondisi dan situasi di setiap perusahaan.

Misalnya, perusahaan dengan risiko kebakaran tinggi akan fokus pada safety induction terkait kebakaran. Demikian pula, perusahaan dengan risiko cedera berat akan menekankan induksi keselamatan seputar penggunaan alat pelindung diri dan perlindungan lainnya.

Berikut adalah beberapa contoh safety induction yang umum di beberapa perusahaan.

Prosedur Kebakaran

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan peralatan yang harus ada di setiap perusahaan, terutama di perusahaan yang memiliki potensi kebakaran.

Safety Induction :  Prosedur Kebakaran
Safety Induction : Prosedur Kebakaran

APAR berupa tabung yang mengandung bahan pemadam untuk meredam api dalam skala kecil.

Sebagian orang mungkin tidak familiar dengan cara menggunakan APAR. Oleh karena itu, pelatihan induksi keselamatan wajib menyampaikan informasi mengenai penggunaan APAR.

Berikut adalah beberapa prosedur penggunaan APAR.

  • Tarik pin pengaman yang terdapat pada APAR, jangan menekan tuas atas dan bawah secara bersamaan
  • Arahkan nozzle pada titik api, pegang ujung selang dan jangan memegang selang pada bagian pangkal atau tengah
  • Tekan handle APAR untuk mengeluarkan bahan pemadam di dalamnya
  • Sebarkan secara menyeluruh pada sumber api
  • Semprotkan dengan jarak yang tepat, yaitu 3-5 meter dari sumber api
  • Jangan menggunakan APAR pada kebakaran besar
  • Jangan semprotkan APAR berlawanan dengan arah angin

Safety Sign

Rambu keselamatan kerja atau safety sign adalah tanda yang memberikan informasi kepada pekerja mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Rambu-rambu ini menjadi kode vital untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Safety Induction : Safety Sign
Safety Induction : Safety Sign

Penggunaan safety sign harus mematuhi peraturan rambu yang berlaku, sehingga informasi dapat disampaikan secara efektif dan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Beberapa contoh safety sign pada lingkungan kerja adalah sebagai berikut.

  • Merah: Untuk menunjukkan bahaya dan potensi kebakaran, biasanya merujuk pada benda-benda kimia yang mudah terbakar
  • Kuning: untuk menunjukkan waspada, biasanya terdapat pada tempat yang berpotensi terjadi kecelakaan ringan
  • Hijau: Untuk menunjukkan safety, biasanya berada pada tempat penyimpanan alat keselamatan
  • Biru: Untuk menunjukkan perhatian dan menyampaikan informasi
  • Lingkaran: Untuk menunjukkan larangan atau perintah
  • Segitiga: Untuk menunjukkan peringatan bahaya
  • Persegi: Untuk menunjukkan instruksi yang wajib dilakukan

Panduan Emergency

Panduan darurat menjadi salah satu materi krusial dalam induksi keselamatan. Panduan ini merincikan prosedur keselamatan yang harus diikuti saat terjadi kecelakaan, seperti kebakaran atau bencana alam. Meskipun tentu tidak diharapkan terjadinya situasi tersebut, tindakan preventif menjadi sangat penting untuk menghadapi kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi.

Safety Induction : Panduan Emergency
Safety Induction : Panduan Emergency

Beberapa contoh panduan evakuasi emergency adalah sebagai berikut.

  • Segera hentikan seluruh pekerjaan dan bergegas meninggalkan gedung ketika mendengar atau melihat tanda bahaya
  • Jangan fokus untuk mencari barang-barang pribadi sebelum meninggalkan gedung
  • Jangan panik dan ikuti instruksi keselamatan
  • Matikan seluruh alat kerja yang terhubung dengan listrik
  • Jangan lupa tutup laci meja
  • Segera menuju daerah terbuka yang jauh dari gedung untuk menghindari risiko keruntuhan
  • Pada kondisi yang tidak memungkinkan untuk keluar gedung ketika terjadi bencana alam, berlindunglah di bawah meja atau properti aman lainnya
  • Jangan memaksa masuk kembali sebelum ada instruksi keamanan dari petugas yang berwenang

Itulah dia artikel yang menjelaskan secara lengkap tentang pengertian safety induction beserta tujuan, aturan, contoh, dan prosedurnya yang perlu diketahui.

PT SHA SOLO melayani pembelian BBM-Non-Subsidi dengan berbagai pilihan. Dari HSD B35, HSFO, LSFO, hingga Pertamina DEX, DEXLITE, PERTAMAX, PERTAMAX TURBO, dan PERTALITE. Cek Harga Terbaru BBM Solar Industri.

Hubungi kami sekarang untuk dapatkan penawaran terbaiknya.
Telp: 0271-644987
Email: sha@shasolo.com
Website: shasolo.com

Berita Terbaru

Loker HR Manager

JABATAN      : HR Manager LOKASI         : Kantor Pusat  REQUIREMENTS: Pendidikan S1 Diutamakan Jurusan Psikologi Atau Hukum (jurusan Lain Dipersilahkan Melamar) Berpengalaman Di Bidangnya Min. 3 Tahun Menguasai Ms.

Jenis – Jenis Bahan Bakar Yang Digunakan Di Industri 

Industri modern sangat bergantung pada berbagai jenis bahan bakar untuk menjalankan operasionalnya. Bahan bakar yang digunakan tidak hanya menyediakan energi untuk mesin dan peralatan, tetapi juga berperan penting dalam efisiensi

Harga Solar Industri Hari Ini 2024

Pengertian Solar Industri Solar industri adalah jenis bahan bakar minyak yang digunakan dalam berbagai industri untuk menggerakkan mesin dan peralatan berat. Bahan bakar ini sering disebut juga sebagai solar atau

Pompa Injeksi In Line Pada Mesin Diesel

Pompa injeksi tipe inline pada mesin diesel dirancang untuk digunakan pada mesin tetap, kendaraan komersial, serta mesin konstruksi dan pertanian. Pompa ini berfungsi untuk menyuplai bahan bakar bertekanan tinggi ke

Jangan Bingung! Begini Cara Memilih Oli Industri Yang Cocok Untuk Kebutuhanmu

Dalam industri, memilih oli yang tepat sangat penting untuk memastikan mesin dan peralatan bekerja dengan optimal. Oli industri berperan krusial dalam mengurangi gesekan, mencegah keausan, dan memastikan semua komponen mesin

Peran Penting Mesin Industri Bagi Industri Manufaktur

Mesin industri adalah salah satu elemen kunci dalam dunia manufaktur yang berkembang pesat di Indonesia. Jadi, apa sebenarnya mesin industri itu? Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendetail apa

Translate »
Scroll to Top