Mau Jadi Pelaut? Ini Sertifikat Kepelautan yang Diperlukan

Mau Jadi Pelaut? Ini Sertifikat Kepelautan yang Diperlukan
Mau Jadi Pelaut? Ini Sertifikat Kepelautan yang Diperlukan
Mau Jadi Pelaut? Ini Sertifikat Kepelautan yang Diperlukan

Berdasarkan PP No. 7 Tahun 2000 tentang Kepelautan, untuk dapat bekerja di kapal sebagai ABK, pelaut harus memiliki kualifikasi keahlian atau keterampilan. Keahlian atau keterampilan itu dinyatakan dalam sertifikat kepelautan. Yang dimaksud sertifikat kepelautan adalah dokumen kepelautan yang sah. Sertifikat kepelautan apa sajakah yang harus dimiliki pelaut?

Ada dua jenis sertifikat kepelautan, yaitu:

  • Sertifikat Keahlian Pelaut (Certificate of Competency /COC)
  • Sertifikat Keterampilan Pelaut (Certificate of Propficiency /COP)

Sertifikat Keahlian Pelaut (COC)

Sertifikat Keahlian Pelaut (COC) adalah ijazah atau surat ijin (license) yang menegaskan bahwa pemegangnya memiliki pengetahuan dan keahlian untuk berlayar.

Sertifikat Keahlian Pelaut terdiri atas:

  • Sertifikat Keahlian Nautika
  • Sertifikat Keahlian Teknik Permesinan
  • Sertifikat Keahlian Pelaut Radio Elektronika

Masing-masing mempunyai tingkatan. Urutan dari terendah sbb:

1. Sertifikat Keahlian Pelaut Nautika

  • Ahli Nautika Tingkat Dasar
  • Ahli Nautika Tingkat V
  • Ahli NAutika Tingkat IV
  • Ahli Nautika Tingkat III
  • Ahli Nautika Tingkat II
  • Ahli Nautika Tingkat I

Ahli Nautika Tingkat Dasar(ANTD) telah dirubah namanya menjadi sertifikat

Rating(Rating forming part of navigational watch = Rating deck).

2. Sertifikat Keahlian Pelaut Teknik Permesinan

  • Ahli Teknika Tingkat Dasar
  • Ahli Teknika Tingkat V
  • Ahli Teknika Tingkat IV
  • Ahli Teknika Tingkat III
  • Ahli Teknika Tingkat II
  • Ahli Teknika Tingkat I

Ahli Teknika Tingkat Dasar(ATTD) telah dirubah namanya menjadi sertifikat

Rating(Rating forming part of engine room watch = Rating engine).

Dapatkah seseorang langsung mengambil sertifikat tingkat I? TIDAK bisa. Jika melalui jalur akedemik, diperoleh tingkat III. Dengan pengalaman berlayar baru bisa mengambil tingkat II, demikian juga untuk mengambil tingkat I.

Melalui jalur kursus, diklat, pemegang sertifikat tingkat dasar plus pengalaman dapat mengambil sertifikat tingkat V, kemudian IV. Demikian seterusnya untuk tingkat di atasnya.

3. Sertifikat Keahlian Pelaut Radio Elektronika

  • Sertifikat Operator Terbatas
  • Sertifikat Operator Umum
  • Sertifikat Radio Elektronika Kelas II
  • Sertifikat Radio Elektronika Kelas I

Sertifikat Keterampilan (COP)

Sertifikat keterampilan (COP) menunjukkan pemegangnya mempunyai keterampilan dalam bidang keterampilan tertentu, misalnya Basic Training, Survival Craft and Rescue Boat, Advance Fire Figting, dll.

Ada beberapa sertifikat keterampilan (COP) sbb:

1. Basic Training

Basic Training atau

Basic Safety Training(BST) adalah sertifikat dasar yang harus dimiliki pelaut semua tingkat jabatan. Pelaut pemula pun wajib memiliki sertifikat ini. Copy sertifikat ini harus dilampirkan misalnya untuk mengikuti diklat sertifikat keterampilan lain seperti SCRB, pengurusan buku pelaut, medical check, dll.

BST memuat 4 keterampilan dasar, yaitu:

  • Teknik penyelamatan diri (personal survival techniques)
  • Pencegahan dan penanggulan kebakaran (fire prevention and fire-fighting)
  • P3K (elementary first aid)
  • Keselamatan diri dan tanggungjawab sosial (personal safety and social responsibilities)

Sertifikat BST diperbarui setiap 5 tahun.

2. Sertifikat keterampilan lainnya:

  • SCRB (survival Craft and Rescue Boats)
    • Memiliki BST
    • Masa layar minimal 6 bulan
  • AFF (Advanve Fire Fighting)
  • MFA (Medical First Aid)
  • MC (Medical Care)
  • SAT (Security Awareness Training – sertifikat keterampilan kewaspadaan keamanan)
  • SDSD (sertifikat keterampilan tugas keamanan)

3. Sertifikat keterampilan terkait kompetensi:

  • RADAR Simulator
  • ARPA Simulator
  • ECDIS Simulator
  • GMDSS (Global Maritime Distress Safety System)
  • BRM (Bridge Resource Management)
  • ERM (Engine Resource Management)
  • SSO (Ship Security Officer)

4. Sertifikat keterampilan terkait jenis kapal:

  • BOCT (Basic Oil and Gas Tanker)
  • BLGT (Basic Liquefied Gas Tanker)
  • AOT (Advance Oil Tanker)
  • ALGT (Advance LIquefied Gas Tanker)
  • ACT (Advance Chemical Tanker)

Modal BST

Banyak yang bertanya apakah bisa menjadi pelaut hanya dengan sertifikat BST. Faktanya ada banyak pelaut yang hanya memiliki sertifikat BST. Jabatan mereka antara lain koki, wiper, kelasi. Entah bagaimana awal masuknya. Bagi yang baru akan merintis untuk menjadi pelaut, hanya dengan modal BST, sangat disarankan untuk memiliki keterampilan khusus seperti memasak, mengelas, kelistrikan. Ikuti kursus-kursus resmi (diakui) dan lampirkan sertifikatnya. Setelah 1-2 tahun berlayar, lengkapi sertifikat. Tingkatkan keterampilan atau kompetensi.

Berita Terbaru

PT SHA SOLO Ikut Serta Dalam Kegiatan Donor Darah yang Diadakan Oleh Bank Arta Graha

PT SHA SOLO turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang diadakan oleh Bank Arta Graha, dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia. Acara ini berlangsung di kantor cabang Bank Arta

Diesel Hammer: Revolusi Energi Kinetik dalam Pemasangan Tiang Pancang Konstruksi

Diesel hammer merupakan salah satu mesin paling vital dan efisien dalam industri konstruksi, digunakan dalam berbagai proyek seperti pemasangan tiang pancang, pembangunan jembatan, gedung pencakar langit, serta proyek konstruksi besar

Apakah Mesin Diesel Bisa Menggunakan Bensin?

Mesin diesel dan mesin bensin adalah dua jenis mesin yang umum digunakan dalam berbagai kendaraan, masing-masing dengan karakteristik dan bahan bakar yang berbeda. Pertanyaan yang sering muncul di kalangan pemilik

Alat-alat Transportasi Udara, Keunggulan dan Kelemahannya

Transportasi udara telah menjadi tulang punggung mobilitas global, menawarkan manfaat yang tak tertandingi dibandingkan moda transportasi lainnya. Salah satu keunggulan utama transportasi udara adalah keamanannya; dengan teknologi canggih dan prosedur

Perbedaan Mesin Diesel 2 Tak dan 4 Tak: Mana yang Lebih Efisien untuk Kapal

Dalam dunia otomotif, khususnya pada sektor perkapalan, mesin diesel memainkan peran penting dalam menentukan performa dan efisiensi kapal. Terdapat dua jenis utama mesin diesel yang digunakan pada kapal, yaitu mesin

Langkah-Langkah Identifikasi Bahaya untuk Meningkatkan K3 di Perusahaan Anda

Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Pengendalian Risiko adalah elemen kunci dalam Sistem Manajemen Keselamatan Kerja OHSAS 18001:2007, terutama dalam klausul 4.3.1. Proses Identifikasi Bahaya dilakukan untuk merumuskan rencana penerapan K3

Translate »
Scroll to Top