Kenapa BBM di Beri Warna? Cek Alasannya Disini!

Sampel Bahan Bakar di Indonesia

Pewarnaan bahan bakar membantu mengidentifikasi jenis bahan bakar tersebut. Misalnya, warna yang berbeda digunakan untuk membedakan antara bensin dan diesel. Ini menjadi krusial untuk menghindari kesalahan dalam penggunaan bahan bakar, terutama di lingkungan industri atau transportasi.

Sebagian besar dari kita mungkin pernah mengalami situasi di mana kita harus membeli bensin eceran. Baik itu orang yang tinggal di perkotaan dan mendadak kehabisan bensin di tengah perjalanan, mencari penjual bensin eceran sebagai solusi (khususnya jika SPBU masih jauh). Bagi mereka yang tinggal di daerah, bensin eceran menjadi bagian yang sangat familiar dalam rutinitas harian. Namun, pernahkah kita merenung tentang warna bensin saat kita membelinya?

Bahan bakar diberi warna untuk beberapa alasan utama:

  1. Identifikasi Jenis Bahan Bakar: Pewarnaan bahan bakar membantu mengidentifikasi jenis bahan bakar tersebut. Misalnya, warna yang berbeda digunakan untuk membedakan antara bensin dan diesel. Ini menjadi krusial untuk menghindari kesalahan dalam penggunaan bahan bakar, terutama di lingkungan industri atau transportasi.
  2. Pembebanan Pajak dan Regulasi: Beberapa negara menggunakan pewarnaan sebagai tanda bahwa bahan bakar tersebut telah dikenai pajak atau mematuhi regulasi tertentu. Warna tertentu dapat menunjukkan bahwa pajak telah dikenakan pada bahan bakar tersebut atau bahwa itu adalah bahan bakar yang memenuhi standar lingkungan tertentu.
  3. Pencegahan Penyalahgunaan: Warna pada bahan bakar juga membantu mencegah penyalahgunaan. Misalnya, untuk mencegah pengoplosan bahan bakar atau pengisian bahan bakar yang salah ke dalam kendaraan atau peralatan tertentu.
  4. Pembeda di Industri dan Penerbangan: Di industri penerbangan, warna pada bahan bakar membantu membedakan jenis bahan bakar pesawat dan mencegah kesalahan dalam pengisian bahan bakar di bandara.
Sampel Bahan Bakar di Indonesia
Sampel Bahan Bakar di Indonesia

Jika kita sering beli bensin premium di tempat eceran, biasanya kita dapatkan bensin berwarna kuning jernih. Apakah warna itu normal untuk bensin atau ada jenis bahan bakar lain? Jika kita lihat struktur kimianya, bensin premium dengan angka oktan 88 memiliki rantai karbon sebanyak 8 atom. Bensin dengan kualitas ini memiliki ciri-ciri tertentu:

  1. Mudah menguap pada suhu kamar
     2. Tidak berwarna, jernih, dan tidak berbau
     3. Mempunyai titik nyala rendah yaitu antara -15oC hingga -10oC
     4. Mempunyai berat jenis yang rendah antara 0,71-0,77 kg/l
     5. Dapat melarutkan oli dan karet
     6. Menghasilkan jumlah panas yang besar 9500-10500 kcal/kg
     7. Sedikit meninggalkan jelaga saat dibakar

    Ternyata dari sifat bawaannya, bensin premium tidak berwarna dan tidak berbau. Lalu dari manakah warna pada bensin dan bahan bakar lainnya? 
     Pewarna sering disebut juga dyes. Ada berbagai macam dyes yang digunakan untuk keperluan-keperluan spesifik. Daftarnya seperti di bawah ini:

1. Acid Dyes
Pewarna ini larut dalam air dan bersifat anionik dan biasa digunakan untuk produk berbahan serat seperti sutra, wol, nilon, dan serat akrilik.

2. Basic Dyes
Serupa dengan acid dyes, pewarna ini larut dalam air dan bersifat kationik dan bersifat asam. Pewarna ini biasa digunakan pada serat akrilik namun juga beberapa digunakan pada sutra dan wol. Pewarna ini juga digunakan untuk mewarnai kertas.

3. Direct atau Substantive Dyes
Bila basic dyes dan  acid dyes ditambahkan dalam keadaan ber-ion, maka pewarna ini ditambahkan dalam keadaan netral atau sedikit basa. Penambahan garam lain juga sering dilakukan bila menggunakan pewarna ini. Garam yang dimaksud misalnya sodium klorida, sodium sulfat, atau sodium karbonat. Pewarna ini sering digunakan pada bahan kapas, kertas, kulit, wol, sutra, dan nilon. Pewarna ini juga digunakan sebagai indikator pH (keasaman).

4. Mordant Dyes
Pewarna tajam ini yang paling penting adalah synthetic mordant dyes atau chrome dyes yang sering digunakan untuk bahan wol. Porsi pewarna ini adalah 30% untuk pewarnaan wol dan sangat berguna bila ingin mendapatkan warna hitam atau biru tua. Perlu dicatat bahwa pewarna ini banyak mengandung logam berat dan bisa sangat berbahaya bagi kesehatan.

5. Vat Dyes
Pewarna ini tidak larut dalam air termasuk tidak dapat diserap langsung oleh serat bahan yang akan diwarnai.

6. Reactive Dyes
Banyak digunakan untuk pewarnaan serat selulosa dan katun.

7. Disperse Dyes
Dikembangkan untuk mewarnai selulosa asetat dan pewarna ini larut dalam air. Digunakan sebagai pewarna utama untuk polyester, nilon, selulosa triasetat, dan serat akrilik. 

8. Azoic Dyes
9. Sulfur Dyes
Pewarna ini sering digunakan untuk mewarnai katun khusus untuk mendapatkan warna gelap.

10. Oxidation based : banyak digunakan untuk pewarna rambut dan bulu
11. Laser Dyes
12. Leather Dyes : digunakan untuk pewarna kulit
13. Fluorescent Brightener : digunakan untuk serat tekstil dan kertas
14. Solvent Dyes : digunakan untuk pewarnaan kayu, pelarut, produk berbahan dasar minyak, dan lilin.
15. Contrast Dyes
16. Mayhem’s Dye : digunakan untuk pewarnaan air 

Pewarna pelarut (Solvent dyes) merupakan jenis pewarna yang paling umum digunakan untuk mewarnai bahan bakar hidrokarbon. Pewarna ini dapat larut dalam pelarut organik. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pewarna ini sangat cocok untuk proses pewarnaan pelarut organik, bahan bakar hidrokarbon, lilin, pelumas, plastik, dan semua bahan berbasis hidrokarbon non-polar. Penamaan pewarna ini mengikuti standar tertentu, seperti “solvent <warna> <angka>”, sebagai contoh pewarna merah disebut solvent red 24, solvent red 26, dan seterusnya.

Hanya beberapa kilang atau unit pengolahan di dunia yang masih menggunakan pewarna dalam bentuk serbuk atau powder. Selain masalah biaya, penggunaan pewarna serbuk juga menimbulkan isu lingkungan yang lebih signifikan dibandingkan dengan penggunaan pewarna dalam bentuk cair. Selain itu, mencampurkan cair ke dalam cairan lebih mudah dibandingkan mencampurkan serbuk ke dalam cairan.

Bahan bakar pesawat memiliki tujuan spesifik dalam pewarnaan, bukan hanya karena adanya pajak yang dikenakan, tetapi juga untuk mencegah kesalahan pengisian bahan bakar ke dalam tangki pesawat. Hal ini penting karena mesin pesawat memiliki spesifikasi bahan bakar yang berbeda.

Setiap negara di dunia memiliki standar warna yang berbeda untuk bahan bakar yang diproduksi. Berikut adalah tabel yang memuat informasi tentang negara-negara di dunia dan standar warna untuk bahan bakar yang diproduksi.

NegaraBahan BakarPewarna
AustraliaRegular Unleaded PetrolUngu / Coklat ( 2103 berubah
jadi merah / oranye )
Preimum Unleaded PetrolKuning
AustriaHeating OilMerah dan Solvent Yellow
124
CanadaOff Road FuelMerah / Ungu
Heating OilMerah
FinlandiaHeating OilFurfural dan Solvent Yellow
124
Diesel for construction &
Agriculture
Furfural dan Solvent Yellow
124
PerancisGasoil OilSolvent Red 24 dan Solvent
Yellow 124
Marine DieselSolvent Blue 35
EstoniaHeating OilAutomate Red NR atau
sejenis
Agricultural DieselAutomate Blue 8 GHF atau
setara
JermanHeating OilSolvent Yellow 124
YunaniHeating OilMerah
Marine DieselHitam
IrlandiaGas OilHijau
KeroseneSolvent Red 19 atau setara
Heating OilSolvent Red 161
ItaliaGas OilSolvent Green 32 atau 33
dan Solvent Yellow 124
BelandaAgricultural DieselMerah dan Solvent Yellow
124
NorwegiaAgricultural DieselHijau
Agricultural DieselSolvent Blue 35
PortugalHeating OilSolvent Red 19 atau setara
SpanyolAgricultural DieselMerah dan Solvent Yellow
124
Heating OilBiru dan Solvent Yellow 124
SwediaHeating OilSolvent Blue 35 , Solvent
Blue 79 , Solvent Blue 98 ,
dan Solvent Yellow 124
ThailandGasoline 95Kuning
ThailandGasoline 91Merah
Gas Oil ( Red Diesel )Solvent Red 24 , quinizarin ,
dan Solvent Yellow 124
InggrisRebated KeroseneCoumarin dan Solvent
Yellow 124
Uni EropaMany RebatedSolvent Yellow 124
Amerika SerikatLow Tax Fuel , High Sulfur
Fuel
Solvent Red 26 dan Solvent
Red 164
Aviation Gasoline 80/87Merah
WorlswideAviation Gasoline 82ULUngu
WorlswideAviation Gasoline 100LLBiru
Aviation Gasoline 100/130Hijau
Tabel Warna BBM Di Berbagai Negara

Update Harga Solar Industri Terbaru

Berita Terbaru

HR Specialist

JABATAN      : HR SPECIALIST LOKASI         : HEAD OFFICE PT SHA SOLO REQUIREMENTS: Pendidikan S1 Diutamakan Jurusan Psikologi Atau Hukum (jurusan Lain Dipersilahkan Melamar) Berpengalaman Di Bidangnya Min. 2

Cara Menghitung Pemakaian Solar Pada Mesin Diesel

Dalam dunia industri, pemakaian solar pada mesin diesel menjadi elemen kunci yang mempengaruhi efisiensi operasional dan biaya produksi secara keseluruhan. Menghitung dengan cermat konsumsi solar dalam mesin diesel bukan hanya

Pelabuhan Tanjung Perak : Sejarah dan Fasilitas

Pelabuhan Tanjung Perak terletak di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Pelabuhan ini merupakan salah satu pelabuhan utama di Indonesia dan merupakan pusat perdagangan penting di wilayah Jawa Timur. Berdasarkan informasi yang

Pelabuhan Tanjung Priok : Sejarah dan Fasilitas

Pelabuhan Tanjung Priok, yang terletak di Jakarta, Indonesia, dibangun pada tahun 1883 oleh pemerintah kolonial Belanda. Pembangunan pelabuhan ini dimulai pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Jenderal Johannes van

Update Harga BBM Solar Industri HSD B35 Terbaru

Harga solar industri b35 hari ini, Penawaran harga Solar Industri HSD B35 Untuk Tanggal 15 s/d 29 Februari 2024 dengan harga Rp. 21.450 untuk wilayah 1, harga Rp. 21.450 untuk

Update Harga BBM Industri HSFO Terbaru

Penawaran harga Solar Industri HSFO Untuk Tanggal 15 s/d 29 Februari 2024 dengan harga Rp. 15.550 untuk wilayah 1, harga Rp. 15.650 untuk wilayah 2, harga Rp. 15.750 untuk wilayah

Translate »