Kenali Istilah-istilah pada Tambang Bawah Tanah/Underground Mining

Dalam dunia pertambangan, istilah-istilah teknis sering kali menjadi penghalang bagi mereka yang baru memulai atau yang tertarik memahami lebih dalam tentang industri ini. Khususnya dalam konteks tambang bawah tanah atau underground mining, terminologi yang digunakan dapat sangat spesifik dan membingungkan. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan dan menjelaskan beberapa istilah kunci yang sering ditemui dalam operasi tambang bawah tanah. Dari penjelasan tentang ‘drift’, ‘shaft’, hingga ‘stoping’, kami akan membantu Anda memahami bahasa yang membentuk dunia rumit dan menantang ini. Idealnya, dengan pengetahuan ini, pembaca dapat lebih mengapresiasi kompleksitas serta keahlian yang diperlukan dalam kegiatan tambang bawah tanah.

  1. Back : atap, bagian atas, atau permukaan sebelah atas dari suatu penggalian bawah tanah.
  2. Bottom : Lantai atau permukaan bawah dari suatu penggalian bawah tanah.
  3. Capping : material waste (kadar rendah atau bukan bijih) yang menutupi endapan mineral/bijih.
  4. Country rock : material waste yang berada di sekitar endapan mineral.
  5. Crown pillar : sebagian deposit mineral pada bagian atas yang disisakan dan berfungsi sebagai penyangga (pillar).
  6. Floor : bagian bawah dari suatu penggalian bawah tanah.
  7. Footwall : batuan dinding di bagian bawah dari suatu deposit mineral
  8. Gob : rongga atau bagian kosong dari suatu deposit yang telah selesai ditambang yang biasanya terisi oleh hancuran batuan atau bekas penyangga.
  9. Hanging wall : dinding batuan di bagian atas suatu deposit.
  10. Pillar : bagian dari deposit yang tidak ditambang dan difungsikan sebagai penyangga atap atau batuan dinding.
  11. Rib : dinding bagian samping dari suatu penggalian bawah tanah, disebut juga rib pillar
  12. Roof : atap, atau permukaan bagian atas dari suatu penggalian.
  13. Sill pillar : sebagian deposit mineral di bagian bawah/lantai yang disisakan dan berfungsi sebagai penyangga (piilar).
    Wall rock : dinding batas antara batuan samping dengan deposit mineral.
  14. Breast : penggalian dalam arah horizontal, atau juga istilah untuk front atau permuka kerja (working face).
  15. Inby : ke arah permuka kerja, jalan dari pintu/lubang masuk (mine entrane)
  16. Outby : jalan dari permuka kerja, ke arah pintu/lubang masuk
  17. Overhand : kemajuan penggalian ke arah atas
  18. Underhand : kemajuan penggalian kea rah bawah.
  19. Adit : lubang bukaan horisontal atau sedikit miring, dengan satu pintu penghubung ke permukaan tanah (single access to the surface)
  20. Bell : model penggalian berbentuk corong pada ujung atas raise untuk memindahkan bongkaran material (bulk material) dengan bantuan gaya gravitasi, dari suatu stope ke draw point.
  21. Bleeder : lubang ventilasi dengan kipas exhaust.
  22. Chute : bukaan dari suatu draw point, menggunakan gaya gravitasi untuk lewat material hasil bongkaran dari bell atau orepass untuk dimuat ke alat angkut.
  23. Crosscut : bukaan horizontal (tersier), sering menghubungkan drift, entry, atau room; umumnya arah tegak lurus strike pada deposit yang miring/tegak; disebut juga breakthrough.
  24. Decline : Lubang bukaan miring (secondary inclined opening), mengarah ke bawah untuk menghubungkan level; disebut juga declined shaft
  25. Draw point : titik pemuatan (loading point) di bawah stope, menggunakan bantuan gaya gravitasi untuk mengalirkan bijih ke bawah masuk ke kendaraan pengangkut, dengan sebuah chute atau loading machine; disebut juga boxhole.
  26. Drift : Lubang bukaan mendatar atau agak mendatar (primary or secondary opening); arah sejajar dengan strike suatu deposit yang miring atau tegak.
  27. Entry : lubang bukaan mendatar atau agak mendatar (secondary opening)
  28. Finger raise : lubang bukaan vertical atau miring yang digunakan untuk transfer material dari suatu stope ke drawpoint; sering menjadi satu kelompok yang saling terhubung (interconnected) dengan raise.
  29. Haulage way : Lubang bukaan mendatar yang fungsi utamanya untuk jalan angkut material.

Berita Terbaru

PT SHA SOLO Ikut Serta Dalam Kegiatan Donor Darah yang Diadakan Oleh Bank Arta Graha

PT SHA SOLO turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang diadakan oleh Bank Arta Graha, dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia. Acara ini berlangsung di kantor cabang Bank Arta

Diesel Hammer: Revolusi Energi Kinetik dalam Pemasangan Tiang Pancang Konstruksi

Diesel hammer merupakan salah satu mesin paling vital dan efisien dalam industri konstruksi, digunakan dalam berbagai proyek seperti pemasangan tiang pancang, pembangunan jembatan, gedung pencakar langit, serta proyek konstruksi besar

Apakah Mesin Diesel Bisa Menggunakan Bensin?

Mesin diesel dan mesin bensin adalah dua jenis mesin yang umum digunakan dalam berbagai kendaraan, masing-masing dengan karakteristik dan bahan bakar yang berbeda. Pertanyaan yang sering muncul di kalangan pemilik

Alat-alat Transportasi Udara, Keunggulan dan Kelemahannya

Transportasi udara telah menjadi tulang punggung mobilitas global, menawarkan manfaat yang tak tertandingi dibandingkan moda transportasi lainnya. Salah satu keunggulan utama transportasi udara adalah keamanannya; dengan teknologi canggih dan prosedur

Perbedaan Mesin Diesel 2 Tak dan 4 Tak: Mana yang Lebih Efisien untuk Kapal

Dalam dunia otomotif, khususnya pada sektor perkapalan, mesin diesel memainkan peran penting dalam menentukan performa dan efisiensi kapal. Terdapat dua jenis utama mesin diesel yang digunakan pada kapal, yaitu mesin

Langkah-Langkah Identifikasi Bahaya untuk Meningkatkan K3 di Perusahaan Anda

Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Pengendalian Risiko adalah elemen kunci dalam Sistem Manajemen Keselamatan Kerja OHSAS 18001:2007, terutama dalam klausul 4.3.1. Proses Identifikasi Bahaya dilakukan untuk merumuskan rencana penerapan K3

Translate ยป
Scroll to Top