Apa itu Oktan ? Angka Oktan (Octane Number) Dalam Bahan Bakar Mesin (BBM)

Kita sering mendengar bahwa premium memiliki RON 88, sementara Pertalite memiliki RON 90. Namun, apa sebenarnya RON itu? Dan seberapa penting peran faktor RON dalam bahan bakar dan kinerja kendaraan?

Banyak dari kita mungkin belum sepenuhnya memahami apa itu RON, termasuk betapa pentingnya faktor ini dalam memilih bahan bakar yang sesuai untuk kendaraan kita, yang pada gilirannya memengaruhi kinerja mesin dan emisi hasil pembakaran. Selama ini, banyak orang memilih premium (RON 88) karena alasan ekonomis. Namun, apakah semua mesin kendaraan dapat menggunakan bahan bakar dengan RON 88? Temukan jawabannya di bawah ini.

Bilangan oktan adalah standar untuk mengukur kualitas bahan bakar dan performa mesin. Semakin tinggi nilai oktan, semakin baik bahan bakar tersebut bertahan dalam tekanan sebelum terbakar dalam siklus mesin Otto yang umumnya digunakan pada mobil dan motor. Di dalam mesin, campuran udara dan bahan bakar terkompresi oleh piston sehingga sangat padat, kemudian terbakar oleh api dari busi setelah terjadi percikan.

Namun, tekanan piston juga dapat menyebabkan campuran tersebut terbakar secara spontan sebelum api busi menyala, yang dikenal sebagai knocking. Knocking bisa merusak piston dan mesin, yang perlu dihindari. Berikut adalah cuplikan proses di dalam mesin.


Hidrokarbon rantai lurus cenderung menyebabkan knocking karena rantai lurus dalam hidrokarbon memerlukan sedikit tekanan dan suhu rendah untuk terbakar. Hal ini berbeda dengan hidrokarbon rantai bercabang, baik siklik maupun aromatik, yang cenderung memiliki sifat anti-knocking.

Bilangan Oktan dinamakan demikian berdasarkan hidrokarbon Oktana (Octane), yang memiliki delapan atom karbon, tidak berwarna, dan titik didih sekitar 125°C. Iso-oktana, anggota keluarga oktana, digunakan sebagai referensi pengukuran bilangan oktan. Iso-oktana yang sering digunakan adalah 2,2,4-trimetilpentana. Iso-oktana memiliki sifat kompresi yang baik dan tidak terbakar sampai mencapai volume terkecil. Berbeda dengan heptana, yang mudah terbakar bahkan dengan kompresi yang rendah.

 Iso-oktana murni memiliki bilangan oktan 100 dan heptana memiliki bilangan oktan 0. Bahan bakar dikatakan memiliki bilangan oktan X, dengan 0< X <100, bila kualitas pembakaran bahan bakar tersebut setara dengan kualitas pembakaran campuran x% volume iso-oktana dan (100-x)% volume n-heptana. Untuk bilangan oktan di atas 100 dirumuskan sebagai:

Bilangan Oktan = 100 + ((PN-100)/3),dengan

PN (performance number)= 100 x (daya mesin yang dihasilkan bensin/daya mesin yang dihasilkan iso-oktana)
Pada bagian sebelumnya telah disebutkan bahwa iso-oktana memiliki bilangan oktan 100. Lalu bagaimana bisa ada bahan bakar yang memiliki angka oktan lebih dari 100? 

Bahan bakar dengan bilangan oktan di atas 100 umumnya digunakan untuk mesin-mesin khusus, seperti mesin balap dan pesawat jet. Mencapai nilai oktan di atas seratus dilakukan dengan menambahkan zat aditif seperti MTBE, ETBE, dan etanol.

Sebelum proses pengujian, produsen akan mencoba mencampur iso-oktana dengan n-heptana dalam persentase volume tertentu untuk mencapai bilangan oktan yang diinginkan. Sebagai contoh, campuran bahan bakar yang terdiri dari 90% iso-oktana dan 10% n-heptana akan memiliki bilangan oktan sebesar 90. Namun, angka tersebut tidak berarti bahwa bahan bakar hanya terdiri dari iso-oktana dan n-heptana, karena bahan bakar umumnya juga dicampur dengan aditif lain yang memiliki tujuan spesifik.

Bilangan oktan tidak mencerminkan energi yang terkandung dalam bahan bakar. Sebaliknya, itu hanya mengukur kemampuan bahan bakar untuk terbakar dalam kondisi terkendali, yaitu terkompresi dengan sempurna dan terbakar oleh api busi, daripada terbakar dalam kondisi tidak terkendali, seperti terbakar karena kompresi bukan karena api busi.

 Metode pengukuran atau pengujian bilangan oktan

1. Research Octane Number (RON)
    Ini adalah cara yang paling umum digunakan di seluruh dunia. RON ditentukan dengan uji coba menggunakan test engine dengan variasi compression ratio. Hasilnya akan dibandingkan untuk mendapatkan campuran yang tepat untuk iso-oktana dan n-heptana.
 
2. Motor Octane Number (MON)
    Cara lain untuk menetapkan bilangan oktan adalah MON. Metode ini dilakukan dengan engine test yang sama dengan RON namun menggunakan rotation per minute (rpm) yang lebih tinggi yaitu 900. RON menggunakan 600 rpm. Perbedaan lain adalah MON menggunakan pre-heated fuel dan variasi dari ignition timing
 
3. Anti-Knock Index atau (R+M)/2
    Beberapa negara seperti Australia, New Zealend, dan beberapa negara Eropa menggunakan RON. Tetapi negara seperti Canada, USA, Brazil dan beberapa lainnya menggunakan rata-rata dari RON dan MON, yang disebut Anti Knock Index (AKI), biasa ditulis sebagai (R+M)/2. Nama lainnya adalah PON (Posted Octane Number).
 
4. Observed Road Octane Number (RdON)
    Metode lainnya adalah RdON yang didapatkan dengan menguji bahan bakar pada mesin multi silinder dengan throttle yang terbuka lebar. Metode ini dikembangkan pada tahun 1920 dan masih reliable hingga saat ini. Awalnya pengujian ini dilakukan pada mobil yang benar-benar berjalan di track namun dengan perkembangan teknologi, pengujian saat ini dapat dilakukan pada chassis dynamometer dengan parameter yang dapat dikontrol untuk mendapatkan konsistensi pengukuran.

Berita Terbaru

PT SHA SOLO Ikut Serta Dalam Kegiatan Donor Darah yang Diadakan Oleh Bank Arta Graha

PT SHA SOLO turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang diadakan oleh Bank Arta Graha, dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia. Acara ini berlangsung di kantor cabang Bank Arta

Diesel Hammer: Revolusi Energi Kinetik dalam Pemasangan Tiang Pancang Konstruksi

Diesel hammer merupakan salah satu mesin paling vital dan efisien dalam industri konstruksi, digunakan dalam berbagai proyek seperti pemasangan tiang pancang, pembangunan jembatan, gedung pencakar langit, serta proyek konstruksi besar

Apakah Mesin Diesel Bisa Menggunakan Bensin?

Mesin diesel dan mesin bensin adalah dua jenis mesin yang umum digunakan dalam berbagai kendaraan, masing-masing dengan karakteristik dan bahan bakar yang berbeda. Pertanyaan yang sering muncul di kalangan pemilik

Alat-alat Transportasi Udara, Keunggulan dan Kelemahannya

Transportasi udara telah menjadi tulang punggung mobilitas global, menawarkan manfaat yang tak tertandingi dibandingkan moda transportasi lainnya. Salah satu keunggulan utama transportasi udara adalah keamanannya; dengan teknologi canggih dan prosedur

Perbedaan Mesin Diesel 2 Tak dan 4 Tak: Mana yang Lebih Efisien untuk Kapal

Dalam dunia otomotif, khususnya pada sektor perkapalan, mesin diesel memainkan peran penting dalam menentukan performa dan efisiensi kapal. Terdapat dua jenis utama mesin diesel yang digunakan pada kapal, yaitu mesin

Langkah-Langkah Identifikasi Bahaya untuk Meningkatkan K3 di Perusahaan Anda

Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Pengendalian Risiko adalah elemen kunci dalam Sistem Manajemen Keselamatan Kerja OHSAS 18001:2007, terutama dalam klausul 4.3.1. Proses Identifikasi Bahaya dilakukan untuk merumuskan rencana penerapan K3

Translate »
Scroll to Top