Proses Pembuatan Biosolar B30

Solar adalah salah satu jenis bahan bakar yang dibuat dengan mengolah fraksi minyak bumi, yang dihasilkan dengan cara memisahkan minyak bumi dari fraksinya melalui proses distilasi yang kemudian menghasilkan fraksi Solar dengan titik didih 250 derajat Celcius hingga 300 derajat Celcius. Adapun contoh dari Solar adalah seperti Solar Industri. 

Biosolar, juga dikenal sebagai biodiesel, dibuat dari berbagai bahan baku terbarukan yang mengandung minyak atau lemak. Bahan-bahan tersebut meliputi:

  1. Minyak Nabati: Termasuk minyak kedelai, minyak kelapa sawit (CPO), minyak rapeseed (canola), minyak bunga matahari, dan minyak jarak. Minyak ini dapat digunakan dalam bentuk murni atau setelah digunakan dalam memasak (minyak goreng bekas).

  2. Lemak Hewan: Ini bisa berupa lemak sapi (tallow), lemak babi (lard), dan lemak ayam. Lemak hewan biasanya didapatkan dari sisa-sisa industri pengolahan daging.

  3. Minyak Alga: Alga, terutama mikroalga, dapat diolah untuk menghasilkan minyak yang kemudian diubah menjadi biodiesel. Ini dianggap sebagai sumber potensial karena produktivitas minyaknya yang tinggi per unit area.

  4. Limbah Minyak Goreng: Minyak goreng yang telah digunakan dan dikumpulkan dari rumah tangga atau industri makanan juga merupakan bahan baku yang populer karena penggunaannya membantu mengurangi limbah dan mendorong daur ulang.

Proses pembuatan biosolar umumnya melibatkan reaksi transesterifikasi, di mana minyak atau lemak bereaksi dengan alkohol (biasanya metanol) di hadapan katalis untuk menghasilkan metil ester (biodiesel) dan gliserol sebagai produk sampingan. Biodiesel yang dihasilkan bisa digunakan sebagai pengganti atau campuran dengan solar minyak bumi, menawarkan alternatif bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dengan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah.

Solar itu sendiri adalah bahan bakar yang dikenal dan juga dianggap mudah terbakar, yang biasanya digunakan untuk menjalankan mesin diesel, di mana pada mesin diesel bahan bakar tidak ditiup oleh percikan api, tetapi oleh udara bertekanan panas di dalam silinder dinyalakan, melepaskan bahan bakar di bawah tekanan panas ke udara. Untuk contoh dari Solar itu sendiri bisa berupa Biosolar, di mana Biosolar itu bisa berupa Biosolar B30, Lalu bagaimana biosolar b30 dibuat? Berikut Langkah Langkah Pembuatan Biosolar B30 akan dibahas dibawah ini :

1. Direct Use dan Blending

Mesin diesel yang menggunakan minyak nabati secara langsung sangat tidak baik dan dapat menimbulkan masalah, karena hal tersebut dapat menyebabkan kegagalan bawaan. Meskipun minyak nabati memiliki sifat yang mirip dengan bahan bakar biosolar, namun masih memerlukan beberapa modifikasi secara kimiawi sebelum menggunakannya.

Beberapa mesin diesel dapat menggunakan minyak nabati murni secara langsung, tetapi bagi mesin injeksi langsung turbocharged, seperti truk, tidak dapat menggunakannya secara langsung. Selain itu, konsumsi energi mesin yang menggunakan minyak nabati murni juga mirip dengan konsumsi energi apabila menggunakan biosolar.

2. Micro-Emulsion

Proses micro-emulsion memiliki definisi sebagai dispersi keseimbangan koloid dari mikrostruktur cairan isotropik optik dengan dimensi umumnya dengan rentang 1-150 nm yang terbentuk secara spontan dari cairan yang biasanya tidak dapat bercampur dan satu atau lebih ionik atau non ionik.

Komponen biodiesel yang diolah melalui proses micro-emulsion termasuk bahan bakar diesel, minyak nabati, alkohol, dan surfaktan serta penambah setana dalam proporsi yang sesuai.

Proses ini dapat membantu mengurangi viskositas dan di sisi lain dapat meningkatkan angka setana biodiesel. Namun, penggunaan bahan bakar diesel hasil micro-emulsion secara terus-menerus dapat menyebabkan masalah, seperti jarum injektor yang menempel, pembentukan endapan karbon, dan pembakaran yang tidak selesai.

3. Thermal Cracking (Pirolisis)

Pirolisis didefinisikan proses yang mengkonversi satu zat menjadi bentuk lainnya menggunakan energi panas atau pemanasan dengan bantuan katalisator. Pirolisis melibatkan proses pemanasan dalam kondisi anaerob (tidak ada oksigen) dan pemutusan ikatan kimia untuk menghasilkan molekul yang lebih kecil.

Kimia pirolitik sangat susah dilakukan untuk mengkarakterisasi karena jalur reaksi yang bervariasi dan produk reaksi yang bervariasi yang mungkin diperoleh dari reaksi yang terjadi. Bahan-bahan yang bisa dipirolisis dapat berupa minyak nabati, lemak hewani, asam lemak alami, dan asam lemak metil ester (FAME).

Dalam proses memproduksi biosolar, cara paling umum adalah transesterifikasi. Transesterifikasi mengacu pada reaksi kimiawi katalis yang melibatkan minyak nabati dan alkohol untuk menghasilkan asam lemak alkil ester (biodiesel) dan gliserol. Reaksi ini membutuhkan sebuah basa kuat sebagai katalis, seperti natrium dan kalium hidroksida atau natrium metilasi dan/atau proses transesterifikasi berbasis asam sulfat.

Bahan Kimia Apa yang Menyusun Biosolar B30 ?

Bahan Kimia yang Menyusun BioSolar B30

Proses pembuatan BioSolar B30 memerlukan beberapa bahan kimia penting, termasuk:

  • Minyak Nabati: Minyak kelapa sawit atau minyak nabati lainnya digunakan sebagai bahan dasar untuk biodiesel.
  • Katalis: Katalis seperti metanol digunakan dalam reaksi transesterifikasi untuk mengubah minyak nabati menjadi biodiesel.
  • Bahan Penstabil: Bahan kimia penstabil digunakan untuk menjaga kualitas dan stabilitas produk selama penyimpanan.
  • Biodiesel: Biodiesel yang dihasilkan dari minyak nabati adalah komponen utama BioSolar B30.
  • Solar: Solar digunakan sebagai bahan campuran untuk mencapai komposisi akhir BioSolar B30.

Pembuatan BioSolar B30 melibatkan serangkaian proses yang cermat dan penggunaan bahan kimia tertentu untuk menghasilkan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan efisien. Dengan komposisi yang tepat, BioSolar B30 dapat membantu mengurangi emisi karbon dan mendukung upaya pelestarian lingkungan. Dalam era di mana keberlanjutan sangat penting, pengembangan dan produksi BioSolar B30 adalah langkah yang signifikan menuju masa depan yang lebih hijau.

Sebagai Agen resmi BBM industri Pertamina salah satu produk PT SHA SOLO adalah BIOSOLAR B30. yang pasti sudah terjamin kualitas dan legalitas dari BBM tersebut.

Berita Terbaru

Pengertian Refinery dalam Industri Perminyakan

Refinery bisa di sebut juga pemurnian atau kilang adalah proses mengubah minyak mentah menjadi berbagai produk siap pakai seperti bensin, solar, dan lain-lain, atau menjadi bahan dasar untuk industri minyak.

Lowongan Supervisor Produksi PT Shabat Warna Gemilang

LOKER SUDAH DI TUTUP JABATAN      : SUPERVISOR PRODUKSI LOKASI         : PT SHABAT WARNA GEMILANG REQUIREMENTS: Pria/Wanita Usia 25 – 45 Tahun Pendidikan minimal SMA/sederajat Memiliki pengalaman diindustri percetakan minimal

Lowongan Supervisor Finance & Accounting PT Shabat Warna Gemilang

LOKER SUDAH DI TUTUP JABATAN      : Supervisor Finance & Accounting LOKASI         : PT SHABAT WARNA GEMILANG REQUIREMENTS: Pria/Wanita Usia maks. 40 tahun Pendidikan minimal S1 Akuntansi Pengalaman kerja minimal 3

Loker Finance Accounting – Solo Abadi Teknik

Loker Mekanik di Solo Abadi Teknik. Solo Abadi Teknik, pemimpin inovasi dalam solusi teknik, saat ini membuka peluang berharga untuk individu yang berdedikasi dan memiliki keahlian di bidang mekanik. Kami mencari

Loker Mekanik – Solo Abadi Teknik

Loker Mekanik di Solo Abadi Teknik. Solo Abadi Teknik, pemimpin inovasi dalam solusi teknik, saat ini membuka peluang berharga untuk individu yang berdedikasi dan memiliki keahlian di bidang mekanik. Kami mencari

Loker Service Advisor – Solo Abadi Teknik

Loker Service Advisor di Solo Abadi Teknik. Solo Abadi Teknik, perusahaan terdepan di industri teknik, membuka kesempatan emas bagi Anda yang memiliki passion dalam layanan pelanggan dan teknik untuk mengisi

Translate »
Scroll to Top